Golput itu (bukan) Pilihan.
Judul diatas bukan merupakan anjuran, seruan maupun ajakan, hanya curhat-an belaka. Saya sendiri sampai sekarang tidak pernah mengerti kenapa disebut golput. golongan putih itu musuhnya golongan hitam dalam cerita cerita silat. Jadi orang baik pasti memilih golongan putih (golput). Ga nyambung ya ? hahaha... yo ben!
Beberapa saat lalu, bekas tetangga kampung yang masih saudara jauh datang bertamu, setelah cerita tetek bengek lain, ujung ujungnya dia minta didukung untuk menjadi caleg dpr. Ketika kutanyatakan kenapa pengen jadi caleg, dia bilang, perjuangan untuk kemakmuran rakyat, untuk partai yang berjuang untuk rakyat dan segala macam alasan yang sering digembar gemborkan ketika kampanye. Saya cuma bisa 'iya dan iya'. Tapi maaf deh, kalau alasannya itu, saya dengan sangat yakin tidak akan memilih dia. Seandainya dia bilang, alasannya untuk memakmurkan kehidupannya, ada sedikit kemungkinan saya dukung, karena berarti dia ada kejujuran sedikit, dan ternyata alasan yang paling mendasar tidak diungkapkan. Jadi buat apa ngedukung orang yang mengingkari hati nurani ?
Lebih parah lagi ketika beberapa hari kemudian ketemu teman lama, sama sama pengen jadi caleg juga, tapi yang ini lebih edan lagi, dia minta gimana caranya mengubah jumlah suara ketika penghitungan, begitu juga jual beli suara! amit amit. Maaf, kalau anda ingin menjadi caleg yang 'katanya' mewakili rakyat, jadilah caleg yang baik, caleg itu nasib, takdir dan ada garis kehidupan, tidak perlu dipaksakan, ojo ngoyo kalau kata orang orang tua.
Pemilu sebentar lagi, kita dihadapkan dengan banyak pilihan, banyak menu, sedangkan kita hanya bisa memilih satu diantaranya. Kita tidak pernah tahu, pilihan itu bentuknya gimana, sikapnya gimana, dan lain lain, ibarat kata, kucing dalam sarung (karungnya lagi dipakai buat nimbun beras). Orang orang bilang jangan golput, jangan sampai gak milih, untuk kelangsungan bangsa.
Tapi gimana mo milih kalau pilihannya cuma itu itu saja, yang tidak pernah pas dihati. Secara pribadi sampai pemilu besok saya tidak akan memilih, saya tidak akan mempertaruhkan 1 suara saya untuk pilihan yang salah, untuk kelangsungan bangsa.
Ingat, ini bukan anjuran, ajakan, seruan atau pengen ditiru, ini hanya sekedar curhat belaka. Kalau orang bilang golput itu bukan pilihan, saya tidak memilih golput, karena saya memang tidak memilih apa apa.
Saya cenderung tidak memilih daripada menyesal apa yang saya pilih mengecewakan saya dan orang lain.
Comments
he..he..he..
Mengenai memilih atau tidak itu memang "free will" kita ;)) tapi lebih baik kita menggunakan hak pilih kita untuk memilih yang terbaik dari yang mungkin saat ini kita lihat tidak baik. Baik kita memilih maupun tidak, memang semua sudah ada Yang Mengatur... kita juga perlu ingat bahwa segala sesuatu yang ada didepan mata kita ini bukanlah sebuah kebetulan. 1 suara kita mungkin akan sangat berarti untuk "menggeser" seorang caleg yang paling tidak baik dari yang tidak baik. Masalah yang terbaik dari yang tidak baik itu apakah dia berbohong atau punya motivasi pribadi yang tidak sesuai dengan kehendak Gusti Allah, biarlah itu menjadi tanggung jawab pribadi beliau yang terpilih. Kita menggunakan hak dan tanggung jawab kita sebagai warga negara yang baik :)
Perlu dipahami juga, ini bukan bujukan, bukan anjuran, ataupun seruan untuk mendukung caleg tertentu :) Tapi hanya sebagai ungkapan rasa seorang rakyat kecil yang ingin memberikan sebuah suara untuk minimal bisa memberikan sedikit kontribusi dalam pembangunan dan kemajuan negara kita tercinta ini... :)
Matur suwun... :)
Warga negara yang baik itu bukan dilihat dari nyoblos atau tidaknya.
Banyak orang ketika kampanye mengelu elukan profil tertentu, tapi setelah jadi presiden malah dikecam habis habisan.
Banyak orang pemerintahan bermuka lima, seperti sila dalam pancasila, disini senyum disana senyum, disini ngrasani sana, disana ngrasani sini, mendukung untuk menjatuhkan, membelai tapi mencekik dll.
Jaman serba edan ini akan berakhir suatu ketika dimana ada satrio piningit yang 'mungkin' saya sendiri, dimana saat itu saya dengan sangat yakin memilih dia untuk menjadi pemimpin negri ini.
Kalau cuma memilih dpr ? maaf, sekali lagi saya katakan tidak! sampai saat ini saya belum melihat ada sosok yang mau lapar demi orang lain. Yang mau mengulurkan tangan tanpa pamrih. Hanya sosok sosok picik yang punya ambisi tinggi yang saat ini menjadi caleg. Kalau kalah nangis kalau menang jumawa, tidak pernah terlihat yang cukup jantan akan mendukung yang kalah, pasti 'saya akan jadi oposisi'. Jual beli suara sudah jadi tradisi, money politik sudah jadi kewajiban. Jadi buat apa memilih kalau hanya untuk menjadikan bangsa kita lebih buruk.
Demokrasi saat ini hanya angan bagi rakyat kecil, demokrasi yang berjalan adalah demokrasi partai, punya kekuatan itu yang punya kekuasaan. Rakyat kecil saat hanyalah belgeduelbeh. MPR bukan majelis permusyawaratan rakyat tapi menikmati punya rakyat.
Saya tidak pernah demo kalau ada kebijakan yang salah, saya tidak pernah protes kalau ada kebijakan yang menyimpang, karena itu adalah pembelajaran, proses, tetapi kelamaan proses akan menjadi busuk, berjamur dan akhirnya dibuang.
kalo gak kesiangan, dan kalo gak lupa ngedaftar, ike nyoblos dah :))
*anyway, ike masih biga ngitung dwong ahh
hei....ternyata kamu ngeblog ya?
btw...seumur hidup gw emang ga pernah nyoblos. ga ada yang bisa dipercaya!
yup, baru baru ini koq, aku nyoblos sekali pas sma yang akhirnya diciduk pak lurah dan dituduh pe-ka-i karena tidak nyoblos golkar waktu itu, dan tidak diberikan skkb .. hehehe
Ha..ha..ha.. Mana hasil pemilu yg lalu2? Kenaikan harga2 tiap tahun? Mahalnya pupuk, Mahalnya biaya sekolah? Naiknya angka pengangguran tiap tahun? dan yang paling tragis, menstabilkan nilai Mata Uang Tercinta kita terhadap Mata uang asing aja gak bisa??? Tanah air, Negeri dengan berjuta kekayaan alam dan budayanya, Tapi malah masih banyak yang miskin dan sengsara hidup rakyatnya.. Salah siapa gerangan?? TUHAN yang mentakdirkan ??? Tanah-airnya ? Indonesianya?? Orang-orang (yg miskin)nya ? Atau pejabat-pejabat yang ngatur negara ini ??? yg notabene banyak dihasilin dari pemilu2 dan pilkada akal2an itu ? Pemilu dan Pilkada2 yang malah ngabis2in anggaran itu?? Apa hasilnya?
Beresin dan benerin dulu sistem-nya, perundang-undangannya, bersihin dulu tikus2nya..konkrit, gantung dulu koruptor2nya, baru kita tentukan bersama siapa yang layak memimpin dan mengelola negeri ini.. gampang kan? :-)
Pemilu tinggal 92 hari lagi nih. Bingung juga sih mau nusuk yg mana? Bisa bantu saya?
yang penting jangan nusuk tetangga ..
sing penting ora jotos - jotosan yo mas yoooo.... sing tertib wae
Gak ngaroh lah milih gak milih...
Hidup toh truz jalan, usaha milik pribadi, gak milik orang laen...
^_^

Online : 1
Total : 283


Tambah Komentar
* = harus diisi